bertamu ke rumah MU di Itaewon

1:45 AM

Sebelum saya berangkat ke Seoul, Ibu saya pernah mengingatkan bahwa saya akan merindukan suara adzan disana. Saya mengangguk setuju, walau tidak terlalu menggubris pesan yang menurut saya maha penting tersebut. Dan memang Ibu tidak pernah salah. Sesampai di negara yang memang bukan muslim mayoritas penduduknya, saya merindukan segala sesuatu yang bernuansa reliji, mengingat juga sekarang sedang bulan Ramadhan. Bulan Maha Agung di antara bulan-bulan lainnya.

Saya merindukan suara adzan. Saya merindukan tarawih berjamaah. Saya merindukan rumah Mu Ya Allah.
Maka sedari awal ketika saya diberi tahu bawah ada sebuah kampung muslim di Itaewon, saya sungguh menggebu untuk berkunjung kesana. Alhamdulillah Allah memberi saya kesempatan hari ini. 

Sesampai di Itaewon sungguh saya tidak sabar bertandang ke rumah Tuhan Maha Segala. Kesalahan jalan yang kami plilih membuat saya semakin berdebar ingin segera menginjakkan kaki disana. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya kami dapat menemukan jalan yang benar dan melihat kubahnya. Ya Allah semakin tidak sabar ingin segera kesana. Kaki terlangkahkan besar-besar walau tidak sebesar keinginan saya segera melihat rumah Nya.

Kami sampai di gerbang. Napas semakin menggeru. Beberapa teman memilih berdiam sejenak, tapi saya dan satu teman lain memilih terus mendaki tempat kami berkomunikasi dengan Nya. Dan... SUBHANALLAH. Hanya itu yang tidak henti-hentinya kami ucapkan. Ya Allah, akhirnya saya menemukan, melihat, dan berkunjung ke rumah Mu. Betapa sesunggunya hati saya merindukan Mu Ya Allah. 

Mata saya begitu ingin melimpahkan tampungannya. Allah Ya Allah. Tuhan Maha Pengampun dan Penyayang. Betapa selama ini hamba tidak mendalami adzan yang selalu berkumandang, padahal Engakau sedang merindukan kami umat Mu untuk segera bertemu dalam gerak-gerak dan ucapan-ucapan suci dalam salat. Betapa selama ini hamba melupakan ayat-ayatmu yang begitu merdu dan berisi pesan-pesan kasih Mu supaya kami selalu di jalan Mu. Allah Ya Allah. Begitu berlimpahnya kasih Mu pada ku Ya Allah. Begitu berlimpahnya maaf Mu pada ku. Subhanallah Allahu Akbar Laa illahaillah

Semoga ini menjadi titik lain hamba menjadi insan lebih mulia. Lebih berada di jalan Mu. Lebih dari sekedar menutup rambut supaya tidak menjadi konsumsi khalayak. Lebih hidup hanya untuk Mu. Amin Amin Ya Allah. Bimbing hamba yang masih miskin iman dan pengetahuan akan Mu.  


masjid Itaewon


:D



sayang tempat wudu nya kurang bersih :(

 letaknya di belakang pojok masjid dekat jemuran- jemuran 

kan kotor kan.. :(

dalemnya juga agak nggak bersih, banyak tisu di lantai :((

 pemandangan yang bisa dilihat dari lantai 2

 lantai dua

 banyak orang korea yang pergi ke mesjid untuk mengambil foto atau sekedar berkunjung. dugaan saya, mereka seperti orang indonesia yang penasaran akan pura yang ada di tanah lot. jadi seperti penasaran akan tempat ibadah yang tidak biasa di lihat di kotanya.
:)

You Might Also Like

2 komentar

  1. subhanallah nabilla...
    ke masjid di kota itu kayaknya kenikmatan yang luar biasa yaa sayang...
    terharu aku baca air matamu yg mau tumpah,subhanallah bel...love it!
    tulis pengalamanmu yg lain ya bela..jgn mau kalah sama blog tetangga *loh hahahah...
    btw i have read misterious girl's blog *tau kannn siapa*....co ciiiiiitttttt banget :) *maaf malah curhat haha

    ReplyDelete
  2. iya azkaaaa. kamu bakal bener-bener merasakan bahwa selama ini kita mengabaikan masjid dan adzan, kurang mendalami keberadaan2 media pengisi batiniah kita :)

    hahaha. kamu juga jangan mau kalah donk sm si "u know who" HAHA :D stop talking and start writting
    :*

    ReplyDelete

Followers