Ciklib :)

8:18 PM

Malam ini saya harus kerja keras, ada banyak PR yang diberikan guru dan saya harus mengerjakanya dalam keadaan menahan kantuk yang super luar biasa karena semalam saya tidak cukup tidur.

Bosan saya mengerjakan PR setumpuk, iseng-iseng saya blog walking ke [lagi-lagi] Ferra Ani Farida. :) Penasaran apa yang terbaru dalam hidupnya. Dan saya membaca sebuah pos yang berjudul "membuka lemari sepatu saya". Saya pikir ini post akan bercerita tentang dia dapat sepatu baru atau sepatunya di krikiti tikus selama ditinggal mudik *sumpah saya mikir gini*, dan ternyata saya salah besar.

Ada berangkai kalimat apik yang membuat saya terus tertarik menyelesaikanya sampai akhir. Bagaimana dia merindukan teman-teman SMA nya termasuk saya. :') Jujur sekali saya sangat senang nama saya ada disana, tidak tertinggal dalam memory nya. Membaca tiap kata seperti membuka keping DVD dalam wadah, memasukanya, dan saat ini saya sedang menikmatinya.

Kami, saya fe ussy dan simbah, sangat sangat dekat saat SMA. Kami berempat tidak melulu dalam satu kelas, bahkan saya tidak pernah satu kelas dengan ussy dan fe, tapi kami mempunyai konektor kuat yang membuat kami seolah sudah bertahun kenal, Teater 10. :) Disini kami memupuk kedekatan dan meramunya dalam satu kekompakan, satu tahun lamanya.

Di tahun terakhir kami mulai meregang, mulai sibuk merangkai ronte-ronte masa depan. Dan benar saja regangan itu semakin menipis layaknya senar musisi jalanan, kami terpisah dalam berbagai konsentrasi ilmu nyata. Seolah kami berjalan kearah empat mata angin yang berbeda. Jarang ada kabar sampai pada dunia paling maya yang kupunya.

Ya, saya baru saja menegur ussy melalui facebook nya. Menanyakan kabar dan alasan mengapa dia begitu susah untuk dikait. Dan fe merespon dengan mengatakan saya marah pada ussy. Sejujurnya iya fe (haha,lahir di bulan juli membuat kita mudah memahami satu sama lain). Saya kesal tidak dapat mendapat kabar dari ussy, sekedar tahu "sedang sibuk apa", "bagaimana kabarnya", saya hampir tidak tahu. Saya begitu merindukan mereka. Muntab.

Saya malu mengutarakan itu. Malu bertanya apa kabar, takut mengganggu (kita punya pikiran yang sama fe ^^), takut membuat mereka terbebani untuk bertemu. Maka cukup bagi saya menjadi stalker mereka. Membuka fb, melihat foto, membaca blog, membaca tumblr, hanya untuk mengetahui kabar dan memastikan mereka tidak sekedar duduk di rumah tanpa aktivitas apa-apa. Dan ternyata merekapun melakukan yang sama. Membuka fb, twitter, blog, tumblr, untuk mengetahui kabar satu sama lain. Saya sangat sangat sangat gembira membaca pernyataan yang tidak diberikan bersamaan.

disaat tidak bertemu,
"salah satu bentuk perhatian kami adalah dengan menjadi stalker satu sama lain" 


You Might Also Like

6 komentar

  1. :'(
    kok aku nangis ya baca ini, huuuuuu

    ReplyDelete
  2. Sama bel..
    saya juga merasakan itu..
    hahaa

    oleh2 yaa..
    :)
    wekekekekkk

    ReplyDelete
  3. @fe: me too. aku baca tulisan kamu trs sedih dan jadilah tulisan ini. Sadar nggak sih fe, kita sejak lulus NGGAK PERNAH main ber 4 doank :)

    @kodox+surip: so,lets send a "nice hello" to our oldfriends :)

    oleh2?hmm~ aku oleh2in baju kotor aja (baca: cuciin ya bok) :D

    ReplyDelete
  4. @bela:
    iyaaaa
    BELUM PERNAH SEKALIPUN lhoo
    hik hik hik
    eh bukannya 'harusnya' ada 5 ya, bel?

    @kodox:
    hik hik
    ketika membuka lemari sepatu saya

    ReplyDelete

Followers