8 things about me several weeks ago: my korean life and my oldbesties

8:28 PM

Halo my Lekhana. Maaf menterbengkalaikanmu cukup lama. Ada banyak cerita yang dipunya tapi waktu dan jadwal yang padat membuat saya tidak sempat mengisimu dengan kegiatan atau sekedar cemilan rasa. Hmm~ sejujurnya saya juga sedang sedikit selingkuh ke web tetangga, tumblr. Hahaha~

SATU. Beberapa weekend lalu saya menonton pertandingan sepak bola di Stadion World Cup. Sebenarnya saya juga nggak gitu ngerti siapa yang bertanding, tapi yang penting pernah nyicip ke Stadion World Cup. Hahaha~ Pertandinganya lumayan seru, FC Seoul VS Saya lupa *haha*, dengan hasil akhir 4-0 untuk FC Seoul. Dasar emang hobi saya jadi suporter sana-sini, saya sangat bersemangat nyanyi-nyanyi ngedukung si FC Seoul sebagai tuan rumah. Saya cuma ikutan bagian teriak FC SEOUL! selanjutanya cuma diem atau nanana~ ngikutin nada pendukung fanatik mereka. Haha~ Satu yang saya sesalkan disini, saya tidak membeli marchandise apa-apa karena kebanyakan pertimbangan. :'(




DUA. Weekend kemarin saya benar-benar banjir uang. Bersyukur jika banjir itu mengarah masuk ke dalam dompet, tapi ini justru sebaliknya. Haha~ Pagi-pagi sekali, sekitar pukul 10, saya, nisia, dan mbak citra ikut Mbak Ira ketemuan sama teman koreanya di salah satu tempat smoothie dekat kampus. Setelah ber-Tralala trilili kami pergi mencari makan siang. Karena kita sudah ada janji pukul 12 dengan teman Mexico saya, Baldo, untuk mengikuti perayaan Hari Kemerdekaan Mexico, maka kami makan siang dengan kecepatan yang paling maksimal yang saya punya. Dan pukul 12.30 saya dengan rombongan yang akan mengikuti acara tersebut berangkat ke Latin American Museum yang ternyata Masyaallah jauhnya dari daerah saya tinggal. Melewati beberapa stasiun subway, dan dari stasiun terakhir kami masih harus naik taxi karena jauhnya museum. Dan saya merasa sedang menonton telenovela. Haha~ musiknya, orang-orangnya, dan suasanya sungguh Telenovela sejati. Museum Amerika Latin ini bagus sekali sesunggunya, tapi sayang saya tidak sempat menjelajahi setiap sudutnya. :'(

Puas makan dan mengobrol, saya nisia dan Mbak Ira harus kembali lebih dulu karena kami berniat mengikuti latihan menari di KBRI. Dan sampai di luar museum kita baru sadar kita tidak tahu bagaimana kami bisa mencapai stasiun yang sangat jauh dari lokasi. Beruntung ada taxi yang lagi ngetem di sekitar lokasi. Let's go to embassy guys! ;)



TIGA. Lanjut dari cerita dua, kami sangat terburu-buru menuju embassy. Latihan dimulai pukul 5 dan jam ditangan sudah menunjukan pukul 4.30. Oke kami tahu kami akan terlambat. Tapi ditengah-tengah kaki yang terburu, kami masih sempat-sempatnya mampir membeli kue jagung yang biasa di jual di stasiun. Haha~ 
Entah ada unsur apa, setiap kami pergi bertiga pasti kami nyasar. Dan unfortunately ditengah-tengah kami dikejar waktu, kami masih sampatnya salah masuk kereta, dan itu terjadi dua kali. :D

Kami tiba di embassy pukul 6. Langsung bergabung latihan walaupun ada rasa segan karena terlambat. Kami selesai pukul sekitar pukul 8. Setelah bebenah dan ngobrol sana-sini, kami diajak oleh anak KTTI (komunitas tari tradisional Indonesia) untuk makan malam di daerah yang memang tidak jauh dari KBRI. Kami mengiyakan karena ini berarti kami akan menganl daerah baru. Karena takut menunggu terlalu malam, kami semua, sekitar 9 orang, memutuskan untuk naik taksi. Dan ini memang daerah baru bagi kami ber tiga. Tempat shopping baru. Hihihi~ Disana kami makan dengan sistem yang mirip dengan all you can eat. Bebas mengambil seberapa banyak, tapi kalau sisa kita harus bayar sekitar 6000 atau 6500 won.

Sabtu itu benar-benar menjadi Hari Baru buat saya. Kenapa? Karena saya belajar dan mencoba hal baru. Saya ke tempat yang sangat Mexico, saya ke daerah yang benar-benar baru saya ketahui dan saya kunjungi, saya berada dalam 2 komunitas yang sangat berbeda culture, dan kami mengunjungi tempat makan dengan sistem yang berbeda dari tempat yang biasa kami kunjungi di sini. I Love that day! <3


EMPAT. Besoknya saya pergi ke 63 building, gedung tertinggi di korea. Tapi karena harus bayar tiket yang mahal maka saya dan 16 foreigner lain cuma bisa mengeksplore seadanya. Sehabis itu kami berniat nonton film di bioskop, tapi [lagi-lagi] tiket yang mahal membuat kami mengurungkan niat menonton. Kamipun mencari tempat makan di sekitar sana. Dan, ya, itu saja kegiatan saya di hari itu.



LIMA.  Hari berikutnya, yang berarti hari senin, saya pergi ke Namsan Tower dengan Mb ira dan nisia serta 2 anak UGM lain yang juga sedang exchange ke Seoul tapi di universitas yang berbeda, Mb Mirah dan Ninan. Ini pertama kalinya kami bertemu, jadi melalui nisia kami berjanji bertemu duo MN di subway terakhir dan menuju Namsan Tower bersama. 

Di Namsan tower, kami memasanggembok di sekitar temboknya. Katanya sih ni bakal awet sama pasangan kalau pasang gembok disana. Karena saya sedang ber-jomblo ria, maka gembok saya tulisi dengan nama seluruh anggota keluarga saya. hmm~ -____- Sehabis memasang gembok, kami menuju puncak tertinggi Namsan Tower untuk melihat pemandangan. Walaupun harus membayar lagi, tapi saya rasa itu memang pantas, karena pemandangan yang dilihat pun luar biasa indah. Seakan melihat bintang di daratan. :) Sebenarnya ada museum teddy bear juga, tapi karena lagi-lagi harus bayar tiket masuk dan menurut kami itu kurang "korea banget" maka kami memutuskan untuk pulang.

ENAM. Horeee hari ini Chuseok, atau jika dijelaskan lebih mudahnya, hari Thanksgiving nya korea. Jadi kami akan libur dari Selasa hingga Kamis. Sayang korea tidak menganut kepercayaan harpitnas, jadi kami tetap harus masuk pada hari jumat. :(

Hari pertama Chuseouk saya habiskan di Lotte World bersama anak KTTI, nisia dan mbak ira. Saya sangat excited karena ini pertama kalinya saya ke tempat bermain seperti itu. Sungguh. Haha~ Naik wahana pertama saya masih semangat. Tapi habis itu saya kapok. Takuuuuuttt. Karena saya nggak bisa teriak, maka selama main wahana saya mengucap "Allahu Akbar" atau "Ibu" berkali-kali. Mbak Ira sempat negur "eh, kalau di korea teriaknya Omoni *bahasa korea Ibu* jangan ibu" dengan masih mengembalikan deguban jantung ke posisi semula saya menjawab "Mana sempet mikir bahasa korea ibu apa kalau lagi takuuut" -_____-

Tapi biarpun saya takut dan tidak absen mengucap dua kata tersebut, saya tidak absen naik wahana. HAHAHA *bangga :') Bahkan saya naik wahana yang dianggap paling seram oleh beberapa anak KTTI, dari 10 anak yang datang cuma 4 yang naik wahana itu, termasuk saya. Tapi emang beneran seram. Saking takutnya, saya udah nggak bisa teriak atau ngomong, cuma pegangan kenceng-kenceng sambil sesekali merem. Hahaha~

Malamnya kami dinner di rumah salah satu anak KTTI untuk merayakan ulang tahun Kak Flo, guru tari kami. Mengobrol ngalor ngidul dan melihat berita di TV. Ternyata selama kami main di Lotte World, di luar Seoul di guyur hujan dengan sangat deras sampai menyebabkan banjir di beberapa daerah. Dan dengar-dengar, hujan seperti ini terakhir kali kejadian di Seoul 100 taun lalu. wow. :O Lotte world itu tempatnya indoor, jadi kami nggak merasakan hujan apa-apa, walaupun sesekali kami mendengar geledek dari luar. hmm~
Tapi hari itu benar-benar seru! LOVE IT!



happy bday kak flo :)

ENAM. Hari ini hari ke dua Chuseok saya dan lagi lagi dengan mabk ira dan nisia pergi ke Gyeonghuigung Palace. Sebenernya badan masih pegel-pegel sehabis 7 jam bermain di LW, tapi karena khusus hari ini masuk gratis ke sana, maka kami memutuskan untuk tetap pergi. Beruntung kami datang tepat saat upacara pertukaran petugas jaga. :) Ternyata palace ini benar-benar luas butuh seharin jika benar-benar ingin mengeksplor lebih detail. Tapi kami masih lelah, jadi kami hanya berputar seadanya dan berfoto gratis dengan menggunakan hanbok. Dan ternyata eh ternyata, masuk Folk museum yang memang masih satu lingkungan dengan pelace juga ikutan gratis. Padahal seingat saya, tiket masuknya cukup mahal ke museum itu. Hari ini wisata gratis. Senang riang~

Karena waktu kunjung yang sudah hampir habis dan perut yang sudah meronta, kami memutuskan untuk pulang. Tapi emang dasar perempuan, tempat kita transfer subway adalah daerah dimana Art Box berada, maka kami memutuskan untuk mampir sekalian cari makan. Jadi Art Box itu tempat jual berbagai macam barang lucu, dari alat tulis sampai kaos dengan harga standar. Dia mendesin semua barangnya sendiri, jadi tidak begitu pasaran di sini. senang-senang. Disini kami menemukan tempat makan daging yang murah. Karena kami sering pergi bertiga, jadi kami sudah terbiasa makan dengan satu lauk besar dengan 3 nasi. Tapi sayang ibu nya salah mengartikan pesanan, dia membawakan 3 lauk dengan nasi. Dengan berat hati, kami menjelaskan pesanan kami. Tapi karena si Ibu emang baik hati dan ramah, kami pun mengambil 2 lauk. Dan dia pun nggak masalah. Tapi mendadak si Ibu kembali dengan membawa kembali lauk satunya sambil  berkata " Maaf ini salah saya mencatat pesanan, ini lauk yang satunya saya berikan gratis"
Subhanallah. Kami merasa sangat terharu dengan si Ibu penjual yang luar biasa baik. Beliau berbahasa inggri lumayan lancar, menghargai kami yang muslim, berbasa basi dengan kami, mengucap beberapa kata bahasa Indonesia, dan sekarang memberikan gratis lauk. Ya Allah, lancarkan rezeki dan kehidupan si Ibu. Amin :)

Hari libur masih ada satu hari, tapi saya memutuskan berdiam di dorm mengerjakan PR. Bersiap kembali ke realita bos!

TUJUH. Sebenernya ini kejadianya udah sangat lama, saya juga baru ingat di tengah saya bercerita tentang Lotte World. Jadi suatu hari saya menghandiri konser pianis terkenal Hee Ah Lee. Seorang gadis berkebutuhan khusus yang sangat piawai memainkan tuts piano. Saat saya dan yang lain berfoto denganya pun ia berbicara sedikit kata Indonesia yaitu "Apa kabar" dan "Semoga Tuhan Memberkati" Sungguh gadis yang luar biasa. Kami juga smepat berfoto dengan Ibunya, beliau sungguh wanita luar biasa. Ya, di balik orang sukses pasti ada Ibu yang hebat. Ibu Hee Ah Lee sangat ramah dan sederhana, beliau bisa saja berdandan mewah karena ketenaran anaknya atau bersikap layaknya istri pejabat, tapi beliau tidak melakukan itu. Tetap ramah dan rendah hati. Luar biasa. :)



DELAPAN.  Cerita kali tidak tentang kehidupan korea saya, tapi tentang kehidupan saya dengan sahabat-sahabat lama saya. Berawal dari saya me-wall ussy menanyakan kabar dia yang tak pernah saya dengar. berlanjut saya membaca post Fe tentang betapa rindunya akan sahabat-sahabat lamanya. Menyambung saya yang mebuat post tentang betapa rindunya saya dengan "Geng" saya di teater SMA. Lalu berlanjut dengan post ussy tentang saya dan fe, tentang segala kedekatan kami dan perasaan dia saat itu. Ya, melalui berbagai media dunia maya kami menyalurkan kerinduan kami yang sudah memuncak. Hampir 2 tahun kami tidak bermain bersama. Semua terkuak,segala rasa dulu, kemarin, hari ini, dan mungkin esok. :) Ceritakan kawan, dan disaat kita bermain kembali segalanya akan kembali layaknya senar gitar musisi papan atas.

Fe    : http://feyboo.tumblr.com/ baca kepada kawan dan http://feyboo.blogspot.com/2010/09/ketika-membuka-lemari-sepatu-saya.html
Ussy : http://beviscidplease.tumblr.com/ bagian to: feyboo dan vergis mich nicht
Saya : baca "Ciklib "

Ya ini sedikit kehidupan saya beberapa minggu terakhir. Ada lagi, tapi mungkin lain kali di pos yang berbeda. See You~ :)

You Might Also Like

2 komentar

  1. halooo ble!!
    apa kabar d korea??
    uuuww,, maaauuuu >,<

    ReplyDelete
  2. longinaaaa...
    baik disini.
    haha. kamu bukanya habis dari eropa ya*eh apa masih disana?*
    mauu jugaaa kesanaaa.... :D~

    ReplyDelete

Followers